Rabu, 02 Maret 2011

Artikel Masyarakat

Masyarakat merupakan sebuah komponen yang menjadi pendukung terciptanya sebuah kehidupan. Masyarakat haruslah mampu menjadi bagian yang berperan aktif dalam pembentukan sebuah karakter bangsa. Sebuah karakter tersebut dibentuk oleh perkembangan dari masyarakat tersebut, baik itu aspek sosial, kebudayaan, ekonomi, maupun politik yang terdapat dalam masyarakat tersebut. Salah satu aspek terpenting tersebut adalah aspek ekonomi. Hal tersebut dikarenakan aspek ekonomi secara garis besar dapat menggambarkan keadaan dalam suatu masyrakat yang secara otomatis mencerminkan keadaan sebuah negara, apakah negara tersebut tergolong maju ataukah berkembang.
Dalam kondisi ekonomi global yang labil, keadaan masyarakat menjadi komponen yang vital untuk diselamatkan, terlebih lagi jika keadaan ekonomi masyarakat itu berada di bawah rata-rata ekonomi yang memadai. Hal tersebut akan berdampak langsung, baik dari sudut masyarakat itu sendiri, maupun dari sisi sebuah negara. Di Indonesia, dominasi masyarakat yang hidup dengan keadaan ekonomi yang masih di bawah keadaan yang memadai cukuplah besar. Hal tersebut dapat terlihat dari tingkat kemiskinan yang tinggi di Indonesia. Seperti halnya provinsi Sumsel. Berdasarkan data dar Badan Pusat Statistika, angka kemiskinan di wilayah Sumsel sampai pada bulan maret 2010 mencapai angka 221.687 penduduk. Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Melihat dari pergeseran angka kemiskinan di Indonesia tersebut dapat terlihat bahwa masyarakat di wilayah Indonesia masih dapat tergolong terbatas dalam bidang ekonomi. Selain itu tingkat kemiskinan yang tinggi ini juga disebabkan tingginya angka pengangguran di masyarakat. Angka pengangguran yang tinggi ini kembali lagi disebabkan oleh kurangnya peran pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakatnya. Permasalahan ini telah lama berlarut-larut. Penyelesaian permasalahan di dalam masyarakat ini merupakan poin yang teramat penting di samping peran masyarakat yang harus mampu untuk dapat berperan lebih baik dalam perkembangan perekonomian diri mereka sendiri maupun negaranya.
Peran yang minim dari masyarakat terhadap perkembangan perekonomian dapat menjadi sebuah kemungkinan tak terduga yang menyebabkan semakin tahun semakin meningkatnya angka kemiskinan di negara ini. Kurangnya reaksi aktif dari masyarakat terhadap perkembangan perekonomian yang kemajuannya tak dapat dianggap ringan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Keselarasan antar reaksi aktif dari msyarakat serta peran aktif dari pemerintah sebagai fasilitator tentunya dapat semakin mengurangi angka kemiskinan di negeri ini. Namun hal tersebut akan sulit untuk terwujud apabila sikap kurang tanggap yang dimiliki pemerintah serta kurangnya reaksi aktif masyarakat dalam mengurangi angka kemiskinan masih sangat minim. Tak disangkal dua komponen tersebut masih lamban dalam hal penanganan kemiskinan yang kini mewabah sebagai sahabat yang akrab dengan keseharian sebagian masyarakat di negeri ini. Masyarakat hanya terpaku terhadap pemikiran mereka yang menganggap pemerintahlah yang lamban dalam penanganan kemiskinan. Mereka lupa terhadap peran mereka yang merupakan kunci terhadap kemiskinan tersebut. Dimulai dari diri masyarakat tersebut, lalu dilanjutkan dengan penanganan tanggap dari pemerintah akan mampu untuk mengurangi angka kemiskinan di negeri ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar